Custom Search
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Populer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Populer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 November 2008

KONSEP EKO - EFISIENSI

Anda sudah mengenal istilah ini ?
Dalam keseharian, kita senantiasa berusaha untuk mengurangi pemborosan dalam segala bentuk. Namun tanpa kita sadari, kita juga sering melakukan pemborosan itu ....


Pada mulanya, konsep eko-efisiensi diajukan pada tahu 1992 oleh WBCSD - World Bussinees Council on Sustainable Development, sebagai alat pengelolaan Lingkungan yang bersifat sukarela untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dan sekaligus keuntungan ekologi. Konsep ini diarahkan agar dapat terjamin kelangsungan pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam perkembangannya, eko-efisiensi diperluas pengertiannya dengan sosio-efisiensi, untuk dapat menjamin produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Kenapa demikian ?
Eko-efisiensi mejamin produksi yang berkelanjutan karena penggunaan sumber daya alam dan pengelolaan limbah dapat dikendalikan. Sementara sosio-efisiensi menjamin konsumsi yang berkelanjutan, karena adanya kepercayaan masyarakat terhadap produksi. Namun semua itu sungguh memerlukan kesadaran dan pemahaman kita semua ....

Baca Selanjutnya»»

Rabu, 07 Mei 2008

Sorbitol: a hazard for diabetics ?

Today's advanced treatments have transformed the less severe form of diabetes (type 2) from the rapid killer it once was to a disease which can be readily controlled. But with that control have come increasing numbers of long-term complications -- problems that never before had time to develop.

The enzyme that causes problems is called aldose reductase. In the body, it converts glucose into a related sugar called sorbitol -- a process that takes place to a small extent in all of us, even though it serves no known purpose.



Conversion of glucose to sorbitol is greatly accelerated in diabetics, and that can cause dangerous complications over time. Since sorbitol can't exit from your cells very fast, and is not used in the body, it accumulates and attracts water. This causes the cells to swell, which can result in nerve, eye, kidney and blood vessel damage, as well as development of cataracts.
Up to this point, medical research has focused on more and more precise means of controlling blood glucose levels as the way to head off long-term complications of diabetes. Some progress has been made, and new high technology methods of delivering insulin to the body may achieve that goal. But on a more immediate and practical level, diabetics still have unavoidably large changes in blood glucose, and drugs to reduce levels of sorbitol by inhibiting the aldose reductase enzyme are viewed as a simpler, more effective way to achieve the same result.

Baca Selanjutnya»»

Sorbitol

" Sorbitol, mannitol, and xylitol are all sugar alcohols and are not SCD™ legal. They fall under the category of indigestible carbs and sugars, and so allow companies to label things 'sugar free', even though they are providing nutrition to the bacteria that live in your digestive tract".


From http://wilstar.com/lowcarb/print-sugaralcohols.htm
" Sugar alcohols are chemically alcohols, but are derived from sugar molecules. They include sorbitol, mannitol, xylitol, lactitol, maltitol, and others. They vary in their sweetness, ranging from about half as sweet as sugar to about as sweet.
Sugar alcohols, or polyols, may be used in place of sugar by most people on a low-carbohydrate diet or who have diabetes. Polyols are slowly and incompletely absorbed from the small intestine into the blood. Absorbed polyols are converted to energy by processes that require little or no insulin. Some of the polyol that is not absorbed into the blood is broken down into fatty acids in the large intestine.
Since they are incompletely absorbed by the intestine, over-consumption may produce a laxative effect in some people. They are often used in "sugar free" candies and syrups. They have about half to three-fourths as many calories as sugar."
These are exactly the kind of sugars we want to avoid, because they are designed, literally, to stay in our gut and not be absorbed. We can't digest them, but they are beloved by the bugs that live in our guts.

Baca Selanjutnya»»

Rabu, 16 April 2008

Berbagai Manfaat Pisang

Pisang memiliki banyak manfaat, antara lain :
a.Sebagai sumber tenaga
Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik (laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh) lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dicerna. Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa glukosa.


Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat. Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis

b.Obat diare
Potasium (K) dan magnesium yang terkandung di dalam pisang amat sesuai merawat orang yang mengalami mencret. Potasium adalah mineral penting dalam nutrisi tubuh manusia yang juga menyeimbangkan elektron dalam tubuh. Kekurangan potassium dapt menyebabkan diare. Sementara pisang dapat menggantikan potasium yang diperas saat diare

c. Mengatasi kolestrol
Pisang rendah dari segi kalori lemak dan sodium (Na), serta mengandung potasium yang membantu merendah kolestrol. Potasium bekerja dengan sodium untuk mengatur keseimbangan cairan, denyut jantung, kontraksi otot, dan rangsangan saraf. Ketika tingkat potasium meningkat, tingkat sodium akan turun. Ini artinya makan kaya potasium dapat membantu mengimbangi pengaruh konsumsi sodium berlebihan seperti retensi cairan dan tekanan darah tinggi

d. Penderita anemia
Anemia ialah penyakit kurang darah. Dua pisang yang dimakan oleh pasien anemia setiap hari sudah cukup, karena mengandung Fe (zat besi) tinggi. Kerena pisang kaya dengan zat besi, ia boleh merangsang penghasilan hemoglobin di dalam darah.

e. Manfaat bagi luka bakar
Daun pisang juga dapat unutk mengaobati luka bakar, yaitu dengan cara kulit dioles campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh mendinginkan kulit.

f. Mengatur berat badan
Pisang juga mempunyai peranan dalam penurunan berat badan dan menaikkan berat badan. Telah terbukti seseorang kehilangan berat badan dengan berdiet empat buah pisang dan empat gelas susu non fat atau susu cair per hari sedikitnya 3 hari dalam seminggu, jumlah kalori hanya 1250 dan menu tersebut cukup menyehatkan. Selain itu, diet tersebut membuat kulit wajah tidak berminyak dan bersih. Pada sisi lain, mengkonsumsi satu gelas banana milk-shake dicampur madu, buah-buahan, kacang, dan mangga sesudah makan dapat menaikkan berat badan. ( KI - Henry-A2 )

Baca Selanjutnya»»

Warna pada Kembang Api

Membuat warna warni kembang api bukanlah suatu usaha yang mudah. Hal tersebut memerlukan pertimbangan baik dari segi seni dan juga aplikasi ilmu fisika. Cahaya yang dikeluarkan oleh kembang api secara umum memerlukan zat penghasil oksigen, bahan bakar, pengikat (binder), dan bahan Membuat warna warni kembang api bukanlah suatu usaha yang mudah. Hal tersebut memerlukan pertimbangan baik dari segi seni dan juga aplikasi ilmu fisika. Cahaya yang dikeluarkan oleh kembang api secara umum memerlukan zat penghasil oksigen, bahan bakar, pengikat (binder), dan bahan penghasil warna. Ada dua mekanisme utama pembentukan warna dalam kembang api, yaitu incandescence dan luminescence.


Incandescence adalah cahaya yang dihasilkan dari proses pemanasan. Proses tersebut akan menyebabkan suatu bahan menjadi panas dan menyala. Pada awalnya akan mengeluarkan cahaya inframerah, kemudian berubah menjadi merah, oranye, kuning, dan putih. Perubahan-perubahan warna tersebut terjadi seiiring dengan bertambah panasnya suatu bahan. Jika suhu kembang api dapat dikontrol, nyala dari komponen atau bahan, misalnya arang, dapat dimanipulasi menjadi warna yang kita inginkan. Logam-logam seperti aluminium, magnesium, dan titanium terbakar dengan nyala yang sangat terang sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan suhu kembang api yang pada akhirnya dapat menghasilkan perubahan perubahan warna cahaya kembang api yang sangat menarik.

Luminiscence adalah cahaya yang dihasilkan menggunakan sumber energi selain panas. Kadang-kadang luminescence disebut juga dengan cahaya dingin karena ia dapat terjadi pada suhu ruang bahkan pada suhu yang lebih rendah. Untuk menghasilkan luminescence, energi diserap oleh elektron suatu atom atau molekul. Hal tersebut menyebabkan elektron berada dalam keadaan tereksitasi dan tidak stabil. Kemudian, ketika elektron kembali ke energi yang lebih rendah, ia akan melepas energi dalam bentuk foton (cahaya). Energi foton tersebut akan menentukan panjang gelombang atau cahaya di keluarkan.
Kadang-kadang senyawaan gram yang diperlukan untuk menghasilkan warna yang diinginkan tidak stabil pada kondisi tertentu. Barium klorida, yang biasanya dipakai untuk menghasilkan warna hijau, tidak stabil pada suhu ruang. Untuk mengatasi hal tersebut, barium harus dikombinasikan dengan senyawa yang lebih stabil, misalnya klorin. Dalam hal ini, klorin dilepaskan ke dalam panas untuk kemudian bereaksi dengan barium sehingga membentuk barium klorida yang menghasilkan warna hijau. Sebaliknya tembaga klorida (biru) tidak stabil pada suhu tinggi sehingga kembang api perlu didesain untuk tidak terlalu panas tetapi cukup terang untuk di lihat.

Kualitas
Kualitas warna kembang api ditentukan oleh kemurnian bahan yang dipakai. Semakin murni bahannya, maka akan semakin baik pula warna warni yang dihasilkan. Gangguan dari garam natrium (kuning-orange) walaupun dalam jumlah yang kecil, dapat mengalahkan warna lain yang diharapkan. Komposisi bahan-bahan yang dipakai untuk membuat kembang api juga perlu diperhatikan agar tidak menghasilkan terlalu banyak asap yang dapat menutupi warna-warni yg dipancarkan. Tentu juga secara ekonomi, harga-harga bahan akan mempengaruhi kualitas kembang api juga. Skill pembuatnya dan waktu/kapan kembang api tersebut dibuat akan sangat berpengaruh besar terhadap hasil akhir kembang api.

Beberapa contoh senyawa penghasil warna kembang api tertera pada tabel di bawah ini:

Warna Senyawa
Merah garam-garam stronsium dan litium
litium karbonat = merah
stronsium karbonat = merah terang
Orange garam-gram kalsium
kalsium klorida
kalsium sulfat
Kuning - Emas incandescence besi-karbon, arang
Kuning Senyawaan natrium
natrium nitrat
kriolit (Na3AlF6)
Putih neon magnesium , aluminium, barium oksida
Hijau Senyawa barium + klorin
Biru Senyawaan tembaga + klorin
tembaga asetoarsenit = biru
tembaga klorida = biru pirus
Ungu campuran senyawa-senyawa stronsium (merah) dengan tembaga (biru)
Perak pembakaran aluminium, titanium, atau magnesium powder
Tabel Sumber Warna Pada Kembang Api

Baca Selanjutnya»»

Sejarah Kembang Api

Kembang Api Sos-Dor pertama kali ditemukan sekitar 2000 tahun yang lalu di negeri Cina. Diawali saat koki yang memasak suatu bahan dan secara tidak sengaja mencampur tiga bahan bubuk hitam (black powder) yang ada di dapurnya, yaitu garam peter atau KNO3 (kalium nitrat), belerang (sulfur) dan arang dari kayu (charcoal).


Campuran ini ditempatkan dalam sebuah tabung bambu, sehingga ditemukanlah kembang api dengan bentuk yang sama.
Pada jaman dinasti Song (960-1279), kembang api dikembangkan menjadi mesiu yang diguanakan dalam perang. Namun beberapa sumber mengatakan pula bahwa penemuan petasan pertama kali ditemukan di India, oleh seorang pendeta bernama Li Tian, sekitar 1000 tahun yang lalu. Orang-orang Cina banyak menggunakan petasan sebagai peringatan kematian Li Tian pada tanggal 18 April. Dahulu banyak orang yang menggunakan petasan sebagai simbol spiritual yang mengusir roh jahat. ( KI - Agus Y - 3 )

Baca Selanjutnya»»

Sabtu, 12 April 2008

ECSTACY

1. Pendahuluan
Pil ecstacy dikenal juga sebagai pil setan atau pil surga. Pil ini menjadi bahan pembicaraan di segala lapisan masyarakat. Sama seperti pemecahan masalah di sektor-sektor lain, dalam kasus ecstacy pun keputusan pemerintah dan aparat terkait dianggap sebagai kata akhir seluruh proses yang sedang berlangsung. "Pil berbahaya dan ancaman terhadap masa depan dan akhlak generasi muda, n itulah simpul keputusan birokrasi politik, keamanan, kebudayaan, dan ekonomi.


Di AS misalnya, pil setan ini muncul pertama kali tahun 1960-an dan disebut Pil Cinta. Kehadirannya bersamaan dengan maraknya kaum hippies, yang menolak kemapanan kekuasaan dan sistem ekonomi. Hanya saja ecstacy pada periode itu belum secanggih sekarang. Tahun 1980-an pil ini mulai populer lagi di AS, dan menghilang akhir dekade itu juga. Sedang di Inggris pil ini menjadi trend pada akhir tahun 1980-an, dan hanya bertahan hingga awal tahun 1990-an. Waktu itu London diguncang apa yang disebut pesta gila-gilaan di kalangan muda. Ratusan atau bahkan ribuan anak muda berpesta ria di gudang-gudang tua untuk menghindar dari kejaran dan intaian polisi. Keadaan waktu itu barangkali tidak berbeda jauh dari apa yang dilakukan oleh sebagian kalangan muda di kota-kota besar di Indonesia pada saat ini.
Ecstacy yang dalam rumus kimianya disebut MDMA (methylenedioxy-N-methylamphetamine), unsur dasarnya adalah MDA X (3,4-methylenedioxy-phenylisopropylamine) yang ditemukan pada tahun 1910 oleh ahli kimia Jerman yaitu Dr G Mannish dan Dr W Jacobson. Namun baru tahun 1939 temuan ini dicoba pada hewan percobaan dan memberikan efek terhadap susunan saraf pusat. Pada Perang Dunia II tentara Jerman banyak menggunakan MDA untuk menghilangkan rasa jenuh dan rasa takut. Sebaliknya tentara AS di medan perang setiap hari diberi satu pil amphetamin dalam makanan kalengnya.
Pertengaham tahun 1950, Prof Gordon Alles dari University of California (yang juga menemukan amphetamin tahun 1927), mengembangkan MDA. Setelah diuji di laboratorium pada kadar 70 sampai 150 mg, ternyata efeknya sangat luar biasa dalam mempengaruhi susunan saraf pusat. Penemuan tersebut pada tahun 1960 menjadi sangat populer dan banyak digunakan di kalangan kaum hippies.
Penemuan selanjutnya yang cukup mengherankan adalah tentang unsur utama MDA yang ternyata bisa dibuat dari sekitar setengah lusin jenis akar dan buah-buahan. Salah satu yang paling ampuh adalah minyak buah dan bunga pala. Melalui proses kimia dan direaksikan dengan amoniak, maka dari sari pati minyak buah dan bunga pala bisa diperoleh MDMA yang kemudian terkenal dengan nama esctasy yang artinya suatu kenikmatan yang luar biasa dan penuh pesona.
Saat ini MDMA sudah dimodifikasi sedemikian rupa dengan berbagai unsur kimia lainnya, sehingga mencapai efek seperti yang diharapkan oleh pembuatnya. Di Belanda misalnya, sedikitnya ada 16 jenis ecstacy yang kesemuanya menimbulkan rangsangan yang berbeda. Sebagai contoh, jenis Dlavbov bisa menimbulkan halusinasi, sementara jenis lain bisa menimbulkan rangsangan tertawa dan gembira. Sedang tango yang banyak beredar di Indonesia sekarang, sebenarnya lebih banyak mengandung unsur speed, yang membuat pemakainya selalu ingin menggerak-gerakkan tubuh.

2. Mekanisme kerja farmakologi ecstacy
Menurut pakar farmakologi amphetamin dan turunannya (termasuk ecstacy) merupakan bahan neurotransmitter (pengantar rangsang) simpatik, yang merangsang organ jantung dan otak.
- Zat ini merangsang pengeluaran adrenalin dan nor adrenalin yang mengakibatkan kerja jantung semakin keras, yang ditandai dengan rasa berdebar-debar, pembuluh darah menciut dan tekanan darah naik.
- Sedangkan di otak zat tersebut menyebabkan rasa "alert" (waspada, curiga dan berjaga-jaga), sehingga orang yang meminumnya tidak terserang rasa mengantuk.
- Adrenalin dan nor adrenalin merupakan hormon yang berfungsi mengubah glukosa menjadi energi. Hal inilah yang menyebabkan pemakai ecstacy selalu mempunyai energi untuk beraktivitas tanpa kenal lelah. Padahal perubahan untuk membentuk energi itu sangat berbahaya, karena tidak berlangsung alamiah, atau dipaksakan.
Setelah menelan pil ini, suhu tubuh meningkat dan rasa panas menjalar ke seluruh tubuh. Bila sudah klimaks, atau sering disebut dengan istilah on, sinar lampu menjadi begitu indah dan hentakan musik keras house music menyebabkan tubuh serasa tersedot mengikuti gerak iramanya. Reaksi pil ini umumnya berkisar tiga sampai lima jam, tergantung kualitasnya.
Para pakar farmakologi dan kedokteran di berbagai negara, menyebut pil ini bisa menimbulkan kelumpuhan otak. Di AS disebutkan sudah puluhan orang meninggal setelah menelan pil ini. Itu pula sebabnya pil ini diharamkan dibanyak negara. MDMA (methylenedioxy-phenethylamine) merupakan unsur utama ecstacy yang berefek menstimulasi otak. MDMA bukan tergolong obat, juga tak termasuk narkotika, tapi zat ini termasuk sebagai salah satu zat psikotropik, digunakan untuk menimbulkan rasa senang. MDMA berpengaruh neurotoksik khususnya terhadap sel-sel neuron dari otak. Tidak sama seperti heroin atau kokain, ecstacy memang relatif kurang menimbulkan ketagihan. Mereka masih bisa bekerja sehari-hari secara normal sekalipun tidak menyantap pil itu. Tapi justeru di sinilah sesungguhnya batas keampuhan ecstacy yang disebut-sebut sangat menakutkan itu. Tidak seperti kokain atau heroin, ecstacy tidak boleh digunakan setiap hari. Setiap kali menelan pil ini, pemakainya harus istirahat sehari penuh dan hanya boleh memakannya kembali minimal 4 hari kemudian. Jika tidak demikian, jangan harap akan mencapai on" seperti yang diharapkan. Esstacy tidak bisa dicampur dengan alkohol, akibatnya bisa fatal. Padahal di berbagai diskotek di Indonesia, para pemakainya kerap memimum bir atau whiski, untuk mempercepat terjadinya on
Di Eropa sendiri ecstacy sudah mulai tidak laku. Kalangan muda kembali ke kokain, hasis, dan ganja yang ditanam dirumah. "On-nya" bisa setiap waktu, sementara ecstacy tidak jelas kapan mulainya atau diperlukan waktu yang cukup lama terutama bagi mereka yang sudah terbiasa memakainya.

3. Dampak ecstacy pada kesehatan
Ecstacy berbahaya, pil ini bisa merenggut nyawa. Kebanyakan orang mengkaitkan kematian penggunaan ecstacy dengan kuantitas pil yang ditelan oleh seseorang (dosis). Kematian akibat ecstacy seolah-olah hanya bisa terjadi karena penggunaan yang berlebihan atau overdosis. Pada ecstacy persoalannya bukan hanya terletak pada jumlah penggunaan semata, namun campuran zat yang terkandung dalam sebuah pil ecstacy tidak pernah diketahui dengan pasti.
Penyakit lever atau ginjal, merupakan penyakit yang bisa timbul akibat penggunaan ecstacy. Zat-zat ini merupakan racun dan tidak bisa disaring, sehinggga menyebabkan penumpukan racun dalam organ tersebut. Gangguan akan timbul segera atau bahkan setelah pemakaian yang lama. Sementara gerakan yang berlebihan dari pengguna ecstacy, bisa menyebabkan hilangnya keseimbangan cairan tubuh, sehingga menimbulkan dehidrasi.
Penggunaan ecstacy akan berakibat fatal jika seseorang tidak mengetahui adanya gangguan pada jantung atau paru-parunya. Pada orang yang mengalami infark jantung misalnya, jika jantungnya dipacu terus menerus (seperti pada penggunaan ecstacy) akan sangat berbahaya, karena jika tidak kuat bisa mengakibatkan kematian. Begitu juga bagi mereka yang mempunyai gangguan paru-paru. Pacuan ecstacy bisa menekan pernapasan.
Kematian akibat ecstacy ini pasti akan bertambah karena alasan tersebut di atas, disamping para pemakai tidak pernah mengetahui isi campuran di dalam pil yang dikonsumsinya. Di AS pernah ditemukan MDMA dicampur dengan narkotika. Ini sangat membahayakan si pengguna. Lagipula siapa yang bertanggung jawab ? Dalam hal ini susah dicari, karena pembuat pil ecstacy bukan perusahan farmasi legal. Apa yang dicampurkan ke dalam pil tersebut tergantung pada selera si pembuat. Pil ecstacy disebut juga sebagai tablet rekayasa dan semata-mata hanya untuk kepentingan mencari untung. Ecstacy bukan merupakan nama ilmiah, melainkan "nama ialanan" untuk salah satu bentuk tablet-tablet rekayasa tersebut.
Efek toksik juga dapat ditimbulkan oleh unsur komposisi pelengkap ecstacy yang sampai kini sukar diketahui seluruhnya (jenisnya bervariasi) dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Beberapa unsur campuran yang ditemukan antara lain berupa laktosa, mannitol, lidokain, kafein, dan juga kokain. Karena itu, sindrom klinik dari pengguna ecstacy sangat tergantung dari jenis komposisi zat yng terkandung di dalam pil tersebut.
Selain berefek stimulasi. ecstacy (MDMA) bisa memberikan efek eforia atau rasa senang berlebihan. Segera setelah menggunakan zat tersebut, seseorang akan merasa energinya bertambah, bicaranya lancar, sehingga cenderung tak mau diam. Tak heran kalau kemudian ecstacy dijuluki sebagai wonder drugs (obat ajaib).
Kebiasaan tripping, bergoyang tak henti-henti selama beberapa jam, memang merupakan salah satu "kenikmatan" yang diperoleh dari esstasy (MDMA), apalagi jika dibarengi dengan musik yang pas. "Musik rumah" (house music) adalah satu jenis irama yang dikenal di kalangan pengguna esctasy sebagai irama yang cocok untuk tripping. Antara keinginan gerak dengan musik ini kelihatannya memang sudah diperhitungkan betul oleh pencipta ecstacy dan musik, sehingga jika musiknya pas, pengguna ecstacy akan merasakan kenikmatan dan terus-menerus menggoyang-goyangkan kepala.

4. Adiktif
Seperti halnya penggunaan zat psikotropika lainnya, ecstacy juga memberi dampak ketagihan (adiktif) pada penggunanya. Kapan seseorang mulai ketagihan pada ecstacy, sangat tergantung pada yang bersangkutan. Kepribadian seseorang ikut mempengaruhi kelanjutan dari penggunaan ecstacy. Artinya pada orang tertentu, tahap coba-coba tidak menimbulkan akibat lanjut, tapi pada orang lain yang kepribadiannya tidak matang, tahap coba-coba bisa berlanjut sampai ketagihan.
Pada intoksikasi esctasy (MDMA), salah satu gejala yang paling mudah tampak adalah gerakan kejang terus menerus disekitar geraham gigi, disebut sebagai bruxism. Maka tak heran bila orang yang sedang tripping, gerahamnya mencengkeram serta gigi mengeretak. Gejala lainnya yang timbul berupa mulut kering, tremor, sakit kepala dan pusing, badan berkeringat, serta suhu badan berubah panas.
Sementara dari segi psikologis, intoksikasi estacy bisa ditunjukkan dengan gejala-gejala seperti meningkatnya kepercayaan diri, meningkatnya emosi (kadang-kadang kehilangan kendali), juga meningkatnya komunikasi dan intimasi. Selain itu intoksikasi DMA bisa berupa rasa senang berlebihan, rasa puas dan riang, panik sampai kehilangan realita, mengurangnya konsentrasi, perubahan persepsi, serta insomnia.

5. Penutup
Pada dasarnya penyembuhan penderita ketergantungan esctasy dan penderita ketergantungan obat ada 2 cara yaitu detoksifikasi (dibebaskan dari racun) dan stabilisasi mental (terapi kepercayaan dan berkomunikasi).
Pada mereka yang sudah sampai tahap adiktif, penanganannya harus dilakukan dengan terapi tertentu secara bertahap. Menghentikan pemakaian secara mendadak, selain hampir tidak mungkin, juga bisa menimbulkan ekses yang justru berakibat negatif. Sebab pada mereka yang sudah adiktif, pemutusan penggunaan ecstacy secara tiba-tiba membuat mereka lemah sama sekali.
Begitu juga sindrom lain dari putusnya penggunaan MDMA harus diperhitungkan. Pada mereka bisa terjadi depersonalisasi. Mereka merasa diri bukan dirinya lagi. Sementara perasaan mudah tersinggung seringkali mengiringi sindrom depersonalisasi. Pada sindrom putus MDMA, salah satu gejala yang juga menonjol adalah terjadinya ketidakstabilan emosi. Lalu yang juga sangat bahaya, mereka cenderung depresi.(disarikan dari berbagai sumber )

Baca Selanjutnya»»